VIVAPolitik - Komisi Pemilihan Umum RI ( KPU RI) menemukan nama puluhan anggotanya di daerah yang dicatut sebagai kader partai politik (parpol). Ketua Divisi Bidang Teknis KPU RI, Idham Holik
Beginicara daftar jadi kader PKS SeLeksi dan pola rekrutmen kader PKS unik dalam perpolitikan Indonesia. Kader PKS dipilih dan diajukan tidak dengan mengajukan diri tetapi diajukan oleh sekelompok individu dan atau oleh murabbi (guru pembimbing) menggunakan metode Tarbiyah (pendikan) berkesinambungan dan terjadwal (halaqah). ---------@--@---
AKURATCO, Pengamat politik Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyarankan PDIP segera mengambil sikap agar suara kader partai tidak terpecah. Dedi mengatakan, munculnya deklarasi dukungan terhadap Puan Maharani menjadi presiden penerus Joko Widodo adalah sinyal jika orang nomor satu di Senayan itu disukai masyarakat dan diakui ketokohannya.
Janganbiarkan PSI berjuang sendirian. Daftarkan diri kamu DI SINI, dan jadilah bagian dari perjuangan PSI dimanapun kamu berada. Pastikan data yang kamu masukkan sesuai dengan identitas kependudukan yang kamu miliki. Karena pengurus PSI akan segera menghubungi kamu. Pastikan kamu menerima konfirmasi pemberitahuan bahwa registrasi telah berhasil.
PanduanRekrutmen dan Kaderisasi Partai Politik Ideal di Indonesia , Kita semua berharap perkembangan politik dan kepartaian di tanah air akan melahirkan politisi dan kader-kader partai yang cerdas dan berintegritas. Jangan sampai adigium bahwa politisi itu sama saja di mana-mana terus menghantui kita. Dalam rangka mendorong perbaikan
Andaakan menjadi salah satu politisi terdepan di organisasi Anda! Metode 1 Masuk Kedalam Jenjang Dunia Politik 1 Mulailah bersukarela. Ketika Anda mendapatkan "Surat Izin Mengemudi", mulai bersukarela adalah sebuah pilihan. Jika ada sesuatu terjadi di dalam komunitas Anda - cari tahu apa yang sedang terjadi.
HjKZ. BAGI partai politik parpol mana pun, sekolah kader ialah bagian dari upaya memenangi kontestasi politik dan mempertahankan kekuasaan setelah memenanginya. Namun, sejatinya memenangi kekuasaan dan mempertahankannya bukanlah kerja tanpa kiblat. Kiblat pertama, bagi parpol mana pun juga, ialah mengikuti ketentuan undang-undang, yakni harus sesuai dengan ideologi dan regulasi yang berlaku, tetapi kendali yang lebih desisif tentu saja berasal dari kiblat kedua, yaitu pilihan konstituen sebagai subjek politik. Di sini, kedipilihan, ketercapaian ambang batas, atau kemenangan mensyaratkan bukan hanya kerja keras dan pengorbanan, tetapi juga kecakapan mengurus kebajikan. Di atas kertas, kendali regulatif boleh jadi mudah diurus. Persoalan verifikasi struktur organisasi partai, dokumen atau bahkan verifikasi faktual, terutama ketika sebuah partai mampu membiayai, tidaklah terlalu sulit. Namun, seperti terlihat dalam beberapa survei terakhir terkait elektabilitas partai, eksistensi partai-partai tertentu, bahkan yang sampai Pemilu 2014 terlihat aman’, kini mengalami penggerusan. Oleh karena itu, persoalan kendali sosial menjadi sangat penting diperhatikan jika sebuah parpol ingin tetap bertahan. Pendidikan bagi kader parpol hakikinya ialah terkait urusan kendali sosial, terutama bagi partai politik yang baru yang belum memiliki massa militan-tradisional punya kader yang cerdas, militan dan terampil ialah hal yang tak bisa ditampik. Meskipun kader politik yang terdidik dan terlatih utamanya diharapkan menjadi ujung tombak pemenangan, secara internal para kader ini bisa berkontribusi lebih banyak. Di samping dimungkinkannya pengembangan berbagai program yang bermanfaat bagi rakyat, partai bisa mengembangkan kohesivitasnya dan bekerja lebih efektif. Lebih jauh, ketika keterkelolaan dan kemenangan hakikinya ialah isu internal partai, keberadaan sumber daya manusia yang cakap dalam partai pemenang akan lebih memungkinkan keterurusan negara. Memenangi pemilu, oleh karena itu, bagi partai yang mempunyai kualifikasi seperti ini, bukan hanya memenangi suara rakyat, tetapi juga melempangkan jalan bagi kebajikan politik, yang pada gilirannya lebih memastikan keberlanjutan partai itu sendiri. Ketika pendidikan atau pelatihan politik dinilai sebagai proses yang mahal, melelahkan dan berproses panjang, partai-partai tertentu boleh jadi memilih cara instan. Meskipun tak terbukti manjur, sebab tak ada riset yang membuktikan keampuhannya secara empirik, mereka umpamanya hanya bertumpu pada mesin partai yang melicinkan jalan dengan uang. Tentu ada juga cara lain yang saat ini lazim. Partai atau politisi yang memiliki cukup modal bisa saja menyewa konsultan, mempekerjakan lembaga survei atau membayar orang atau tim tertentu secara khusus. Namun, lagi-lagi itu hanya satu bentuk usaha, yang ketika semua orang melakukan hal yang kurang lebih sama, hasilnya akan ditentukan oleh hasil kerja tim pemenangan secara keseluruhan. Singkat kata, meskipun dalam berbagai hal memerlukan pembiayaan yang tak sedikit, keterkelolaan kerja politik, hakikinya bertumpu pada keberadaan sumber daya manusia. Ketika berpolitik ialah kerja mengurus kehidupan sosial, politisi atau tim suksesnya, sebagai contoh, dituntut untuk memiliki keterampilan sosial yang tak bisa dibeli begitu saja. Di sini pendidikan kader partai politik menjadi tak bisa ditawar. Kesatria, bajingan, prajurit, dan ratu Dalam bukunya, Motivation, Agency and Public Policy 2003, Julian Le Grand bicara soal bagaimana kebijakan dan pelayanan publik yang baik itu mungkin. Mantan penasihat mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair ini lalu bicara tentang pentingnya motivasi dan apa yang disebutnya sebagai agency keagenan. Supaya kebijakan publik bisa efektif dan efisien, menurut Le Grand, politisi, pelayan publik, dan juga penerima layanan publik perlu memiliki kedua hal ini. Motivasi diartikan sebagai hasrat internal atau pilihan tertentu yang menjadi pemantik tindakan, sedangkan agency dimaknai sebagai kemampuan untuk mengambil tindakan. Dalam ideologi dan sistem politik yang berorientasi kanan, yang bersandar pada mekanisme pasar, motivasi manusia diasumsikan memusat pada pencapaian kepentingan pribadi self-interest. Adapun bagi pendukung kebijakan-kebijakan yang bersifat redistributif, yang negara perlu campur tangan secara proporsional dalam memastikan kesetaraan dan keadilan terkait kebijakan publik, motivasi mesti memusat pada kepedulian pada yang lain altruisme. Le Grand selanjutnya menyebut mereka yang cenderung bermotivasi altruistik sebagai para kesatria the knights dan para pengejar kepentingan pribadi sebagai bajingan’ atau pemburu rente the knaves. Dalam era negara kesejahteraan yang lebih bersandar pada kolektivisme di Inggris, kata Le Grand, terutama setelah euforia kemenangan Perang Dunia II, altruisme mendapat tempat yang besar dalam sistem layanan publik di Inggris dan banyak negara lainnya. Ini terutama karena banyak orang merasa berada dalam kapal yang sama’. Ketika campur tangan negara besar atau ketika pasar menjadi demikian koersif, yang kebijakan dan layanan publik yang ada membuat warga tak punya pilihan lain, muncul fenomena yang disebut Le Grand sebagai mentalitas prajurit pawns. Pelayan ataupun penerima layanan publik bersikap pasif, menunggu perintah atau perbaikan nasib sesuai keinginan pembuat kebijakan. Dalam konteks kerja pelayanan publik seperti ini, mudah muncul apa yang disebut sebagai free riders, pelayan publik yang malas, culas, manipulatif, dan sebagainya. Di sisi penerima layanan, orang-orang rela untuk menerima nasib dirawat di bangsal-bangsal rumah sakit dengan perawatan seadanya. Para murid di sekolah-sekolah juga terpaksa belajar apa adanya, dengan guru-guru yang juga berpenghasilan apa adanya. Situasi dan kondisi yang membuat orang-orang menjadi bermotivasi itu harus diubah. Kebijakan publik, kata Le Grand, terutama sejak masa pemerintahan Margaret Thatcher, kemudian digeser lebih ke kanan. Sebagai kebalikan dari mental prajurit, kebijakan-kebijakan yang dibuat harus bisa mendorong orang untuk bermotivasi sebagai ratu queens, yang perkasa dan mencintai hidup. Dia bisa bermain di tengah pasar untuk mencukupkan’ kepentingan pribadi, tetapi di sisi lain, dia ialah kesatria yang mampu berbuat bagi yang lain. Inilah yang kemudian disebut oleh Le Grand sebagai manusia dengan agency, yang punya kapasitas untuk berbuat dan melakukan perubahan. Pendidikan kader parpol Dalam konteks pendidikan kader partai politik parpol, empat kategori Le Grand tentu bermanfaat. Sesuai dengan ideologi dan doktrin masing-masing, parpol bisa memilih kiblat pendidikan kadernya apakah akan menjadi kesatria yang bermotivasi altruistik, bajingan yang fokus pada kepentingan pribadi, prajurit yang siap menerima perintah, atau ratu yang bisa bergerak bebas, perkasa dan desisif. Jika mengacu pada kiblat ideologis dan konstitusional serta kendali elektabilitas, partai politik tentu akan memilih untuk bergerak di tengah, bahwa kebebasan dan keterjaminan hak-hak warga negara secara adil itu sama pentingnya. Dengan kata lain, mendidik kader partai menjadi orang yang peduli itu sama pentingnya dengan memastikan keberhasilan mereka mencukupkan’ kebutuhan pribadi. Demikian juga, jika pilihannya ialah antara mendidik kader-kader partai menjadi prajurit atau menjadi ratu, prinsip keseimbangan tentu wajib jadi pertimbangan. Ruang gerak dalam struktur partai, bahwa siapa pun yang memiliki kemampuan untuk berbuat memiliki peluang, perlu terbuka. Akan tetapi, dalam situasi tertentu, kader partai ialah prajurit yang juga siap mengikhlaskan egoismenya, memiliki keberanian untuk menerima pilihan yang lebih baik dari apa yang sanggup dipikirkan dan dilakukannya. Jika bicara soal militansi, ini kita sebut saja sebagai militansi aktivis, bukan pasifis.
22 Desember 2022 Berita Golkar - Di tahun 2023, partai-partai politik di Indonesia akan disibukkan dengan pendaftaran bakal calon legislatif. Pasalnya, pada 1-11 Mei 2023 dibuka pendaftaran bakal calon legislatif. Salah satu partai politik di Indonesia, yakni Partai Golongan Karya Golkar sudah membuka pendaftaran anggota untuk menjadi kader Golkar. Mendaftar menjadi kader partai merupakan syarat wajib bagi warga yang ingin bertarung dalam perebutan kursi legislatif pada Pemilu 2024. Rangkaian pendaftaran calon legislatif Pemilu 2024 mendatang sebagai berikut - Pendaftaran bakal calon anggota DPD, DPR, dan DPRD pada 1-11 Mei 2023 - Penetapan daftar calon tetap diumumkan pada 11 Oktober 2023 - Pemilu dilaksanakan pada 14 Februari 2024 Bagi warga yang tertarik bertarung dalam perebutan kursi Pemilu 2024, maka bisa mendaftarkan diri menjadi kader partai politik yang sudah terdaftar di KPU Komisi Pemilihan Umum. Pendaftaran menjadi anggota Partai Golkar sudah bisa dilakukan dengan dua cara, yakni melalui website dan aplikasi. 1. Daftar melalui website Buka di pencarian dengan link berikut ini Download formulir pendaftaran link Lengkapi formulir pendaftaran Upload dan kirim ke email [email protected] 2. Daftar melalui aplikasi Buka Playstore atau Appstore Cari partai Partai Golkar Setelah terunduh, buka aplikasi Masukkan NIK Nomor Induk Kependudukan Foto KTP, pastikan hasilnya sangat jelas, agar bisa dibaca oleh system Isi nomor telepon dan alamat email Lakukan foto selfie, tanda tangan secara digital Syarat Mendaftar Caleg 2024 Berikut adalah syarat pendaftaran Calon Legislatif Caleg pada Pemilu 2024 seperti dikutip laman Hukum Online - Pendidikan Minimal SMA atau Sederajat - Berusia minimal 21 tahun atau lebih - Bertempat tinggal di Indonesia - Bisa membaca, menulis dan berbicara dalam bahasa Indonesia - Merupakan Kader Partai Politik yang terdaftar Baca Juga Kabar Gembira! Airlangga Hartarto Pandemi Covid-19 Telah Berakhir, Kini Jadi Endemi Ada catatan khusus untuk warga yang ingin menjadi caleg, khususnya aparatur Negara. Misalnya, TNI, polri, Pegawai Negeri Sipil PNS, pegawai BUMN/BUMD dan seterusnya. Maka, langkah pertama yang dilakukan sebelum mendaftar adalah mengundurkan diri terlebih dahulu dari jabatan saat ini. Struktur Pengurus Partai Golkar 1. Ketua Airlangga Hartarto 2. Sekretaris Lodewijk F. Paulus 3. Bendahara H. Dito Ganinduto 4. Jumlah Pengurus 222 Orang 5. Alamat Kantor Jl. Anggrek Neli Murni XI A 6. Jumlah Keterwakilan Perempuan 71 Persentase Keterwakilan Perempuan persen sumber fokus berita
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Partai politik memiliki berbagai peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, salah satunya adalah menciptakan kader pemimpin bangsa yang mumpuni dan bertanggung jawab terhadap tugasnya. Menurut Warren Bennis dalam bukunya yang berjudul Reinventing Leadership, Menciptakan Kembali Pemimpin 2002,pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bersedia bicara dan mengatakan kebenaran serta dapat menciptakan suasana yang di mana karyawan merasa bebas memberikan gagasan yang berlawanan dan mengatakan menciptakan kader pemimpin yang berkualitas, diperlukan strategi-strategi yang tepat. Strategi ini dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pemilihan hingga akhirnya terbentuklah kader yang nantinya akan menjadi pemimpin bagi bangsa. Berikut ini akan dijelaskan tentang bagaimana strategi partai politik dalam menciptakan kader-kader yang pantas menjadi pemimpin paling awal adalah mencari perwakilan untuk menjadi kader partai politik. Tidak semua kader partai politik berasal dari kalangan elit, tapi diharapkan dapat merata untuk semua golongan baik atas maupun bawah, tujuannya adalah untuk mencari benih-benih tersembunyi yang dapat ditemukan dari golongan bawah. Hal ini dikarenakan terkadang golongan bawah tidak memiliki akses untuk menampakkan jiwa kepemimpinannya, maka partai politik memberi celah untuk hal tersebut. Agar hal itu terwujud, maka setiap golongan diharapkan dapat mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti tahapan-tahapan bergabung dalam partai politik. Beberapa ahli mencoba menjelaskan tentang perwakilan yang semestinya. Menurut Eisinger, perwakilan harus memahami aspirasi, nilai, kepercayaan, dan sikap-sikap masyarakat. Oleh karena itu, perwakilan seharusnya menjelaskan empat faktor, yaitu karakteristik konstituen yang diwakili, peran mereka, hubungan mereka dengan konstituen dan persepsi mereka akan suara hati atau opini politik konstituen. Menurut Reni Dwipurnomowati, perwakilan pada dasarnya harus mencerminkan tiga jenis keterwakilan, yaitu keterwakilan penduduk, keterwakilan ruang daerah dan keterwakilan deskriptif. Sedangkan menurut Hendra Nurtjahjo, perwakilan seharusnya memiliki tiga karakter yang dapat secara penuh mewujudkan rakyat, yaitu perwakilan politik, perwakilan daerah dan perwakilan golongan. Yang terakhir menurut Arbi Sanit, tanggapan wakil terhadap yang diwakilinya terbagi menjadi empat macam, yaitu tanggapan yang berkenaan dengan kebijakan, bidang pelayanan, bentuk pengalokasian dan tanggapan wakil dalam bentuk simbol Mengenal Teori-Teori Politik Dari Sistem Politik Sampai Korupsi, 2006 111.Setelah ada perwakilan dari setiap golongan, akan diadakan rekruitmen dengan berbagai seleksi yang ketat. Dalam proses seleksi akan diketahui tujuan dari perwakilan-perwakilan yang dikirimkan, apakah tujuannya baik atau hanya untuk mendapatkan keuntungan semata. Dalam proses rekruitmen ini, akan ada strandar-standar atau kriteria yang ditetapkan oleh partai politik untuk memilih kadernya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kader yang berkualitas, bertanggung jawab dan sesuai dengan ideologi partai tersebut. Selain itu, juga untuk melihat keahlian yang dimiliki dari masing-masing perwakilanKemudian, setelah terpilihnya kader-kader yang mumpuni dari proses seleksi, akan ada pembentukan divisi berdasarkan keahlian masing-masing kader. Pada umumnya, divisi yang ada dalam partai politik meliputi majelis tinggi partai, dewan pembina partai, dewan kehormatan partai, komisi pengawas partai, dan dewan pimpinan pusat partai yang di dalamnya masih ada badan-badan selanjutnya setelah terbentuknya divisi-divisi adalah perumusan tujuan bersama guna kepentingan bersama. Selain itu, pada sebagian kasus menjamin bahwa tujuan tersebut dilaksanakan. Partai politik memainka peran ini karena, dalam proses meraih kekuasaan, mereka merumuskan program-program pemerintahan. Selain itu, partai politik merupakan sumber utama inisiasi kebijakan dan juga pendorong untuk merumuskan rangkaian opsi-opsi kebijakan yang koheren dan pemberi pilihan bagi para pemilih di antara tujuan-tujuan yang realistis dan dapat dicapai Politik, 2013 401. Di dalam proses perumusan tujuan, secara tidak langsung partai politik mengajarkan kader-kadernya untuk berpikir progresif tentang tujuan yang akan dicapai. Selain itu, di sini akan terlihat bagaimana cara berpikir mereka terutama saat penyampaian aspirasi mereka terkait tujuan partai tujuan partai sudah tersusun, partai politik akan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat. Tujuan dari diadakannya sosialisasi ini untuk memberikan pengenalan kepada masyarakat tentang partai politik tersebut sekaligus untuk mempromosikan tujuan yang sudah ditetapkan agar mendapatkan dukungan. Pembicara dalam sosialisasi adalah kader-kader dari masing-masing partai politik. Sebelum melakukan sosialisasi, partai politik akan memberikan pelatihan bagi kadernya tentang bagaimana cara berbicara di hadapan publik, menggiring opini publik dan bagaimana menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari memberi pelatihan kepada kader-kadernya, proses sosialisasi ini menunjukkan bahwa partai politik menjadi agen-agen penting dalam pendidikan dan sosialisasi politik. Partai-partai politik memainkan peran yang tidak kecil dalam mendorong kelompok masyarakat untuk bermain dengan aturan-aturan permainan demokratis Politik, 2013 403. 1 2 Lihat Politik Selengkapnya
- Di tahun 2023, partai-partai politik di Indonesia akan disibukkan dengan pendaftaran bakal calon legislatif. Pasalnya, pada 1-11 Mei 2023 dibuka pendaftaran bakal calon satu partai politik di Indonesia, yakni Partai Golongan Karya Golkar sudah membuka pendaftaran anggota untuk menjadi kader Golkar. Mendaftar menjadi kader partai merupakan syarat wajib bagi warga yang ingin bertarung dalam perebutan kursi legislatif pada Pemilu pendaftaran calon legislatif Pemilu 2024 mendatang sebagai berikut Pendaftaran bakal calon anggota DPD, DPR, dan DPRD pada 1-11 Mei 2023 Penetapan daftar calon tetap diumumkan pada 11 Oktober 2023 Pemilu dilaksanakan pada 14 Februari 2024 Bagi warga yang tertarik bertarung dalam perebutan kursi Pemilu 2024, maka bisa mendaftarkan diri menjadi kader partai politik yang sudah terdaftar di KPU Komisi Pemilihan Umum. Cara Daftar Anggota Partai Golkar Pendaftaran menjadi anggota Partai Golkar sudah bisa dilakukan dengan dua cara, yakni melalui website dan aplikasi. 1. Daftar melalui website Buka di pencarian dengan link berikut ini Download formulir pendaftaran link Lengkapi formulir pendaftaran Upload dan kirim ke email admin 2. Daftar melalui aplikasi Buka Playstore atau Appstore Cari partai Partai Golkar Setelah terunduh, buka aplikasi Masukkan NIK Nomor Induk Kependudukan Foto KTP, pastikan hasilnya sangat jelas, agar bisa dibaca oleh system Isi nomor telepon dan alamat email Lakukan foto selfie Tanda tangan secara digital Syarat Mendaftar Caleg 2024 Berikut adalah syarat pendaftaran Calon Legislatif Caleg pada Pemilu 2024 seperti dikutip laman Hukum Online Pendidikan Minimal SMA atau Sederajat Berusia minimal 21 tahun atau lebih Bertempat tinggal di Indonesia Bisa membaca, menulis dan berbicara dalam bahasa Indonesia Merupakan Kader Partai Politik yang terdaftar Ada catatan khusus untuk warga yang ingin menjadi caleg, khususnya aparatur Negara. Misalnya, TNI, polri, Pegawai Negeri Sipil PNS, pegawai BUMN/BUMD dan langkah pertama yang dilakukan sebelum mendaftar adalah mengundurkan diri terlebih dahulu dari jabatan saat ini. Struktur Pengurus Partai Golkar Ketua Airlangga Hartarto Sekretaris Lodewijk F. Paulus Bendahara H. Dito Ganinduto Jumlah Pengurus 222 Orang Alamat Kantor Jl. Anggrek Neli Murni XI A Jumlah Keterwakilan Perempuan 71 Persentase Keterwakilan Perempuan persen Baca juga Jadwal, Syarat dan Cara Daftar Caleg Nasdem 2024-2029 Jadwal, Syarat dan Cara Daftar Caleg PSI 2024-2029 Jadwal dan Syarat Daftar Caleg Demokrat 2024-2029 Jadwal, Syarat dan Cara Daftar Caleg PKB 2024-2029 - Politik Kontributor SulthoniPenulis SulthoniEditor Alexander Haryanto
Os partidos políticos são caracterizados pela união de um grupo de pessoas que possuem a mesma ideologia sobre a forma em que o País deveria ser governado. É uma organização democrática, legalmente formada, que possui funções sociais que visam atender aos interesses da sociedade. Os partidos políticos fazem parte da organização governamental de um País, se eles não existissem não haveria a possibilidade de lançar novos candidatos ao cargos para a representação de diferentes convicções que existem em meio a sociedade. Processo para filiar-se Para aqueles que gostariam de participar de uma forma mais ativa das discussões de melhorias de sua cidade, estado e País e, também, conhecer os seus direitos, filiar-se a um partido político pode ser uma grande ideia. Na verdade, o processo para filiar-se é muito simples, desde que todas as regras, estipuladas na resolução nº sejam atendidas. Veja o procedimento É necessário procurar a sede do partido político que deseja filiar-se. É importante ficar atento ao estatuto estipulados por eles; Para fazer a solicitação de filiação é preciso preencher um formulário, a maioria dos partidos possuem essa opção em suas páginas na Internet; Depois do preenchimento do formulário e do aceite do estatuto do partido, é entregue uma cópia para o diretório municipal, que vai divulgar posteriormente o deferimento da sua afiliação com base nas regras estatutárias; Após a divulgação dessa lista de pedidos de filiação, os partidos eleitorais e os filiados têm sete dias para contestar os pedidos de solicitação; Após esse prazo, a Executiva Municipal dá andamento ao pedido de filiação, podendo tanto aceitá-lo, como recusá-lo; Sendo aprovado, o candidato deve participar de uma plenária de formação, na qual serão ensinados alguns conceitos de como funciona o partido e quais são seus ideais. IMPORTANTE A lei nº proíbe a filiação em mais de um partido político. Caso houver mais de uma filiação, a justiça Eleitoral é autorizada a cancelar as mais antigas, prevalecendo a mais recente. Quem pode candidatar-se? Para candidatar-se em algum cargo público é expressamente obrigatório ser filiado de um partido político por, pelo menos, um ano antes das eleições e atender as seguintes exigências Estar em dia com todos os deveres eleitorais; Ser alfabetizado ler e escrever; Ser um cidadão brasileiro nato ou naturalizado; Estar em pleno exercício dos seus deveres políticos poder votar e ser votado; Ter domicilio eleitoral na cidade ou estado que pretende concorrer às eleições, no mínimo de 1 ano antes do pleito; O candidato deve ser alistado na justiça eleitoral; Ser maior de 18 anos, entretanto, existem limites e idade mínima, de acordo com o cargo, que são Vereador= 18 anos; Deputado tanto federal como estadual, prefeito e vice prefeito= 21 anos; Governador e vice= 30 anos; Presidente e vice= 35 anos. O candidato deve apresentar os documentos pessoais prova de filiação do partido, declaração dos bens, RG, título de eleitor, comprovante de escolaridade, foto digitalizada, certidão criminal, comprovante de domicílio eleitoral, entre outros. Os partidos políticos podem lançar até 150% dos lugares a serem preenchidos, com exceção de estados com até doze cadeiras a preencher que podem lançar 200% das vagas. Além disso, existe uma lei que exige que todos os partidos políticos organizem-se e lancem 30% de candidatos de um sexo e 70% de outro. Salário médio A lei estabelece um salário médio para os políticos, com base em cada cargo. Confira Presidente da República – O mais alto posto do país possui um ganho médio de R$31 mil reais por mês, entretanto, recebe inúmeros benefícios, que devem ser somados, como despesas todas pagas, viagens em avião particular para fins profissionais e pessoais, moradia, plano de saúde, cartão de crédito, etc. Senador – Média de 33 mil reais, auxílio moradia, despesas médicas pagas, combustível, telefone e material de apoio. Deputados Federais – R$ 33 mil, despesas com moradia, plano de saúde um pouco inferior do Senador, verba de gabinete, que serve para pagar assessores, viagens e outras despesas. Deputados Estaduais – Depende de cada estado, mas, geralmente, é cerca de 75% do salário dos deputados federais e, também, possuem os mesmos benefícios dos anteriores. Prefeitos – Depende muito da cidade. Os salários podem variam de R$ 10 mil a 30 mil. Possuem verba para despesas e viagens. Vereadores – Também, depende de cada cidade. A lei permite que o salário do vereador seja 70% do valor do salário do deputado estadual da região. /* */ Este site usa cookies para garantir uma melhor experiência. Ao continuar a navegar, você está de acordo com isso. Para saber mais, acesse Política de privacidade
cara menjadi kader partai